Tergulung Ombak, tak seindah tergulung cinta

Salah satu spanduk himbauan di Pantai Goa Cemara, Bantul. (Photo by: Claus Rendra)

"Stop mandi di laut!
Tergulung ombak, tak seindah tergulung cinta
(percaya deh...)"

Juli 2017 lalu, saya habis jalan-jalan ke beberapa pantai di Bantul. Salah satu pantai yang saya kunjungi adalah Pantai Goa Cemara. Pantainya sih biasa aja, bukan pantai dengan pasir putih seperti yang orang-orang bayangkan pada umumnya, ketika mendengar kata pantai.

Tapi yang membuat saya merasa senang di kawasan pantai ini adalah pohon-pohon di sekitar pantai yang sangat banyak. Kenapa saya pilih kata banyak, dibanding rindang? Karena menurut saya pohonnya tidak cukup rindang, tapi memang jumlahnya banyak, jadi terlihat rindang. 

Kalau mau buat foto-foto bagus sih, pohon-pohonnya. Tetapi harus aware dengan sumber cahaya, yang masuk diantara dahan pohon, bisa belang-belang gitu nanti. Selain itu, banyak pohon juga bikin suasana tenang, teduh, dan mengantuk (serius).

Dari hasil jalan-jalan di beberapa pantai yang ada di Bantul, semuanya memiliki satu hal yang sama, yaitu spanduk. Spanduk?? Iya, Spanduk. Kayak foto yang ada di atas. Itu salah satu spanduk kreatif yang dibuat Polsek setempat.


Idenya cukup bagus. "Stop mandi di laut! Tergulung ombak, tak seindah tergulung cinta. percaya deh...". Menggabungkan himbauan dengan hal-hal yang berbau kekinian atau cinta. Tulisannya bukan hanya itu sih, tapi yang saya foto cuma yang itu, (hehe), sisanya sudah lupa.


Himbauannya menjadi menarik karena mampu membuat orang yang lewat untuk meluangkan waktunya sejenak, mungkin beberapa detik, untuk melihat dan membaca himbauan tersebut. Coba bayangkan, kalau tulisannya cuma "Dilarang mandi di laut! Berbahaya!", saya yakin itu tidak akan membekas dalam ingatan si pembaca dalam kurun waktu yang cukup lama. Karena banyak tulisan yang kayak gitu, jadi udah biasa. Kalau nyeleneh dikit, pasti akan membekas dan teringat. Makanya idenya bisa di katakan cukup bagus.


Sayangnya, walau ide tersebut sudah cukup bagus, beberapa orang tetap tidak menghhiraukan himbauannya dan tetap mandi di laut. Gak mandi sih. Cuma main air aja.. Nah, ini yang bahaya. Kadang kalau sudah main air, ya seru main, lupa kalo makin lama, makin dalam ketika bermain. Laut Selatan bukanlah laut dengan ombak yang tenang. Ya gak cuma laut selatan yang perlu diperhatikan, tetapi kita juga perlu memperhatikan diri ketika main di laut. Lebih baik memperhatikan dan berhati-hati dari pada menyesal.


Karena penyesalan selalu ada di akhir, karena kalau ada di awal jadinya kesadaran. So, hati-hati ya, kalau main di laut, pinggir pantai, atau di pinggir hati orang (lah)..


Oh ya, inget juga ya, kalau buang sampah itu di tong sampah, bukan di laut, di pantai atau dimanapun. Mari mulai kebiasaan kecil dari diri kita.

Comments