Gitar
Bagian I
Bus Pertemuan
Hari itu adalah hari minggu sore, dimana aku akan kembali ke Jogja setelah dari Magelang. Aku biasa naik bus trans jogja untuk kembali ke kos. Saat itu aku membawa sebuah gitar yang dibungkus dengan tasnya. Trans jogja itu begitu penuh dengan banyak orang yang juga ingin menaikinya. Aku terus berjalan kebagian belakang bus, ternyata masih ada satu tempat duduk kosong, langsung saja aku duduk disitu. Disebelah kiriku ada laki-laki yang kemudian bertanya kepadaku beberapa saat setelah bus jalan “abis main dimana?”, awalnya aku tidak mengerti yang ia maksud tapi kulihat gitar yg kupegang dan aku baru mengerti yang ia maksud, lalu ku jawab “ngga, ini cuma bawa aja”, laki-laki tadi hanya mengangguk. Lalu kami tidak berbicara lagi.
Saat bus sampai disalah satu halte trans jogja laki-laki tersebut bertanya kepadaku “tau daerah kusumanegara?”, aku jawab “oo, itu di dekat..” aku lupa dimana itu jadi harus mengingat dahulu, tapi laki-laki tersebut langsung bertanya lagi”jauh ga? Kalo naik bus ini sampai?” ku jawab “kurang tau. Oh ya, Kusumanegara itu di dekat kebun binatang gembira loka”. Setelah itu kami saling diam. Dia sempat menelpon temannya untuk memberi tahu dimana keberadaanya, tapi aku hanya diam mendengar suaranya yang cukup keras saat menelpon, apalagi dia duduk disebelahku.
Tak berapa lama ia bertanya lagi kepadaku “itu gitarnya buat apa?”, “buat ambil nilai” jawabku terus terang. “oh..! kuliah musik dimana” aku agak kaget refleks dengan pertanyaan seperti itu, mungkin karena aku bilang untuk ambil nilai. “masih SMA” jawab ku, sekarang gantian ia yang sedikit kaget. Lalu kami menjadi nyaman untuk mengobrol. “kalo di SMA biasanya ada pensi ga?” tanyanya, berhubung aku juga bukan orang Jogja jadi asal jawab saja “mungkin ada, tapi jarang kayaknya”. “kalo pensi suka undang band-band gitu?” dia kembali bertanya, “ga tau juga, tergantung sekolahnya juga” lagi-lagi ku jawab dengan sok tau.
Dia kemudian bercerita, kalau dia adalah seorang anak band yang sedang ingin menuju sebuah tempat rekaman didaerah Kusumanegara – Jogja, dan beberapa kali promosi agar aku main ke daerah Timoho, tempat ia biasa main band. Setelah bercerita dia kemudian bertanya “biasanya, kalo main gitar pilih jenis apa?” karena aku kurang paham ya ku jawab, main akustik. Lalu dia berkomentar bukan itu yang dimaksud dan ia memberi contoh jenis-jenis aliran musik. Baru aku mengerti dan ku jawab “klasik”. “oh, klasik! Sering main?” tanyanya dengan nada yang berbeda dari yang tadi, “nggak, mainnya Cuma kalo pengen aja”ku jawab dengan terus terang. “kalo main music ga bisa setengah-setangah, harus didalemin kalo ngga ya sama aja boong” dia menasihati ku. Sebelum aku turun dari bus trans jogja ia menanyakan dimana sekolahku, dan ku beri tahu saja.
Bersambung..
Comments